A. Definisi Gua

Caving itu berasal dari kata cave yang artinya adalah Gua. Sedangkan penjelajah gua disebut caver. Tapi arti dari caving sebenarnya adalah menelusuri gua yang menjadi tindakan kegiatan dari Speleologi. Gua sendiri banyak diartikan oleh para ilmuan gua dan juga bagi caver, contonnya, IUS ( International Union of Speleogy ) yang merupakan para peniliti gua dari UNESCO PBB mengartikan gua sebagai “Ruang bawah tanah yang dapat dimasuki oleh manusia” Robert K.T.KO merupakan seorang speleologiawan atau ahli gua, beranggapan bahwa “Ruang bawah tanah baik terang atau gelap, luas atau sempit,yang dibentuk melalui percelahan,rekahan atau aliran air sungai yang dapat mengalir hingga ke bawah tanah”.

B. Peta Gua

Suatu gambaran proyeksi dua dimensi dengan skala lebih kecil dari suatu bidang tiga dimensi yang mempunyai batas-batas tertentu atau dapat juga dikatakan sebagai gambaran proyeksi dengan skala lebih kecil dari suatu gua. Peta Gua bersifat subjektif, karena tergantung dari grade atau derajat akurasi dari orang yang melakukan pemetaan, kondisi cuaca yang mempengaruhi bentuk Gua saat dilakukan pemetaan.

C. Pemetaan Gua

Definisi Pemetaan Gua adalah, gambaran perspektif gua yang diproyeksikan keatas bidang datar yang bersifat selektif, dan dapat di pertanggung jawabkan secara visual dan matematis dengan menggunakan skala tertentu.

Manfaat Pemetaan Gua
  1. Merupakan bukti otentik bagi penulusur gua, sebagai penulusuran yang pertama kali menelusuri gua tersebut.
  2. Membantu para ahli dalam mempelajari Biospeologi, Hidrologi, Arkeologi ataupun ilmu-ilmu lainya yang berkaitan dengan Speleologi.
  3. Untuk mencari kolerasi dengan goa-goa disekitarnya atau system penggunaan yang ada disekitarnya
  4. Untuk memudahkan dalam usaha pertolongan apabila terjadi kecelakaan dalam goa
  5. Untuk memudahkan dalam pekembangan obyek wisata goa di bidang pariwisata
  6. Sebagai sumber informasi dan mendukung kegiatan kegiatan penelitian ilmiah dan keperluan pelajaran penelusuran goa

E. Syarat Peta Gua

Peta Gua dapat dikatakan baik jika dibaca dan dimengerti mudah oleh penggunanya, agar fungsi peta lebih mudah dipahami, sebuah peta harus memiliki beberapa hal, seperti:

  1. Peta harus sama bentuk, peta yang sudah digambar harus sebangun dengan keadaan aslinya, seberapapun kecilnya peta tersebut.
  2. Peta harus sama jarak, perbandingan jarak pada peta Gua harus sesuai dengan jarak yang ada pada aslinya.
  3. Peta harus sama luas, peta juga harus memiliki perbandingan luas yang sama antara di peta yang dikecilkan dengan keadaan sebenarnya.
  4. Memiliki petunjuk arah yang benar, bila peta tidak memiliki petunjuk yang benar, maka akan membuat pengguna kesussahan menggunakannya, bahkan bisa membuat orang tersesat.
  5. Informasi jelas, dengan informasi yang tidak membingungkan di peta, maka akan lebih mudah dalam pemanfaatan peta tersebut.
  6. Data harus teliti, penyajian data-data pada peta harus rapih, lengkap, dan teliti, ketika ada sedikit saja kesalahan, hal tersebut dapat berdampak bagi kegunaan peta tersebut.

F. Metode Dan Sistem Pemetaan

Metode pemetaan goa yang digunakan pada pemetaan ini adalah metode forwardmethod

dimana Surveyor dan pencatat berjalan berurutan ( depan belakang ) terus menerus sampai di stasiun terakhir. Adapun sistem yang digunakan pada pemetaan ini adalah sistem Surveyor top to bottom yaitu arah pengambilan data yang di awali dari luar ke dalam.