Sistematika pengelolaan pengembaraan itu setiap kegiatan sama, yang bersifat teknis dan non teknis, Teknis yaitu yang berhubungan langsung dengan anggota tim sedangkan Non teknis yaitu kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan anggota tim.

Ada tiga tahapan yang harus dilalui dalam pelaksanaan suatu pengembaraan / Expedisi Panjat Tebing, yaitu :

“1. Pra pelaksanaan

Pra pelaksanaan adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan pengembaraan / Expedisi berjalan, yaitu kegiatan kepanitiaan pengembaraan untuk mendukung terlaksananya pengembaraan /Expedisi. Kegiatan ini meliputi pembentukan panitia, pencarian data, penentuan lokasi kegiatan, survey lokasi, pembuatan anggaran biaya, pencarian sponsorship, publikasi sampai pada persiapan anggota tim.”

2. Pelaksanaan

Saat pelaksanaan adalah hal-hal yang dilakukan pada saat anggota tim berada di lapangan untuk menjalankan rencana-rencana kegiatan dan pencapaian target pengembaraan.

Adapun dalam olahraga panjat tebing (rock climbing) pada umumnya 2 macam, yaitu:

  • Pemanjatan dengan tali tunggal, yaitu yang menggunakan 1 tali utama
  • Pemanjatan dengan tali ganda, yaitu pemanjatan yang menggunakan 2 tali

Kedua tehnik ini intinya mengenai penggunaan tali pemanjatan dan penguasaan

tentang tali-tali dalam suatu kegiatan Rock Climbing. Dalam pelaksanaan Rock Climbing semua unsur pengaman bagi pemanjatan baik yang ada pada Climber ataupun yang dipasang di tebing harus menyesuaikan simpul dan tali. Penempatan dari keterampilan tali-temali ini harus menggunakan simpul yang tepat dan efektif, agar sewaktu-waktu dapat menolong diri sendiri ataupun orang lain jika diperlukan.

2.1. Tehnik dan Sistem Pemanjatan Yang Digunakan

Tekhnik pemanjatan yang digunakan adalah tehnik Artivisial yakni pemanjatan tebing dengan menggunakan peralatan untuk menambah ketinggian

  • Kelebihan Tehnik Artivisial
  • Tehnik pemanjatan dengan sistem ini sangat lebih aman dibandingkan dengan sistem yang lain karena untuk menambah ketinggian menggunakan pengaman.
  • Kekurangan Tehnik Artivisial
  • Climber harus mempunyai kemampuan khusus dalam penguasaan tehnik-tehnik dan penggunaan peralatan pemanjatan karena resiko pemanjatan sangat tinggi.

Dan system pemanjatan yang digunakan yakni Ziege Tactic yaitu penggabungan dua sistem, Himalayan dengan Alpine system dimana kedua system ini sangat memudahkan Pemanjat dalam melakukan pemanjatan tebing karena system ini bisa dilakukan dengan cara berhubung dengan basecamp dan dilanjut hingga puncak tebing dengan cara membawa semua peralatan naik ke atas.

  • Kelebihan Ziege Tactic
  • Semua peralatan yang di gunakan dibawa naik keatas tanpa meninggalkan peralatan apapun pada tebing.
  • Memudahkan Pemanjatan karena masih bisa terhubung dengan basecamp utama.
  • Ketika kondisi kurang memungkinkan untuk melanjutkan pemanjatan, Pemanjat bisa kembali turun ke basecamp utama atau bermalam diatas tebing/Flying Camp.”

  1. Pasca pelaksanaan

Pasca pelaksanaan adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan setelah semua kegiatan di lapangan selesai, seperti laporan kegiatan, evaluasi dan presentasi”

“Sumber Materi : Laporan Karya Tulis Ilmiah, Aldi Maulana Saputra/Boled”